1.1
Latar
Belakang
Teknologi informasi mengubah segalanya dengan cepat.
karena memperpendek jarak dan waktu sehingga akan mengurangi kesenjangan jarak
dan waktu antara kebutuhan konsumen dengan pemenuhan kebutuhannya. Sebelum
tahun 8000 SM, masyarakat hidup dengan berburu, meramu, dan menangkap ikan,
sehingga mereka memakan apa saja yang dapat mereka temukan dan berpindah-pindah
. Kemudian 10.000 tahun kemudian, hingga tahun 1650, dimulailah apa yang
disebut zaman pertanian dengan dimulainya kehidupan menetap dan penggarapan lahan
pertanian. Sejak tahun 1650, era industri dimulai dengan ditemukannya mesin uap
yang menggerakkan tenaga manusia di pabrik-pabrik yang mengubah bahan mentah
menjadi produk jadi, perkembangan kota-kota tempat pabrik berada, dan perluasan
pasar industri.
Sistem akuntansi pada era industri ini hanya
memperhitungkan kekayaan atau aset berwujud, terfokus pada produk, akuntansi
dicatat pada saat terjadinya, dan organisasi bersifat hierarkis. Sedangkan
sistem akuntansi periode ketiga fokus pada perubahan sumber daya dan proses.
Sumber daya dan kewajiban yang diukur dalam sistem Third Age juga harus
berubah, sehingga sistem akuntansi Third Age harus memfasilitasi bentuk
jaringan organisasi, yaitu satu organisasi yang memungkinkan anggotanya
bergerak cepat, tumbuh besar, dan akhirnya menghilang. Aset ini tidak
ditampilkan dalam neraca periode kedua.
Faktanya, banyak perusahaan menggunakan komputer yang
terintegrasi penuh di pabrik untuk membentuk operasi pemrosesan yang
berkelanjutan. Nilai tambah yang tidak biasa tersebut adalah dapat melihat
barang diproses di pabrik setiap minggu, setiap bulan tanpa harus menghitung
barang secara manual dan menghentikan seluruh operasional.
1.2
Rumusan
Masalah
Rumusan masalah dituliskan dengan poin-poin sebagai
berikut :
1.
Bagaimana perkembangan Teknologi Informasi telah
mengubah paradigma ekonomi, bisnis, dan manajemen dari model industri ke model
pasca-industri?
2.
Apa saja tiga era dalam sejarah pembangunan ekonomi,
dan jelaskan ciri khas era informasi?
3.
Apa peran teknologi informasi dalam sistem akuntansi
era informasi, dan mengapa penting untuk menyajikan informasi secara real-time?
4.
Apa saja dua manfaat utama sistem akuntansi era
informasi yang didorong oleh teknologi informasi?
5.
Apa saja tantangan yang dihadapi dalam implementasi
teknologi informasi, dan jelaskan salah satu dari tantangan tersebut?
6.
Bagaimana e-commerce telah membawa perubahan besar
dalam cara bisnis dilakukan, khususnya di Indonesia?
7.
Apa tantangan utama yang dihadapi Indonesia dalam
mengadopsi e-commerce, dan apa potensi besar yang dapat diakses melalui
e-commerce?
8.
Apa salah satu risiko yang mungkin timbul dari
implementasi teknologi informasi, dan bagaimana organisasi dapat mengelolanya?
9.
Mengapa penting bagi sebuah organisasi untuk siap menghadapi
perubahan ketika mengimplementasikan teknologi informasi?
10. Apa
saja dua manfaat yang diperoleh Indonesia melalui perkembangan e-commerce, dan
jelaskan dampaknya terhadap efisiensi bisnis?
1.3
Tujuan
Penulisan
Tujuan penulisan dituliskan dengan poin-poin sebagai
berikut:
a.
Menganalisis Dampak Transformasi Model
Industri oleh Teknologi Informasi:
•
Meneliti bagaimana teknologi informasi
telah mengubah model industri dari era pertanian dan industri ke model
pasca-industri.
•
Mengevaluasi dampak transformasi ini
terhadap perilaku lingkungan bisnis atau perusahaan.
b.
Meneliti Pengaruh Perubahan Lingkungan
Bisnis terhadap Keputusan Manajemen:
•
Menyelidiki bagaimana perubahan
lingkungan bisnis, terutama karena teknologi informasi, memengaruhi pengambilan
keputusan manajemen.
•
Menganalisis perubahan dalam struktur
organisasi sebagai respons terhadap perubahan lingkungan tersebut.
c.
Merinci Evolusi Sejarah Ekonomi dalam
Konteks Teknologi Informasi:
•
Memahami evolusi tiga era ekonomi:
pertanian, industri, dan informasi.
•
Mengidentifikasi peran teknologi
informasi dalam mendorong transisi antar era tersebut.
d.
Mempelajari Peran Sistem Akuntansi
dalam Setiap Era:
•
Meneliti fungsi sistem akuntansi pada
era industri, terutama dalam mencatat kekayaan dan aset berwujud.
•
Menganalisis perubahan fokus dan
tujuan sistem akuntansi periode ketiga yang menitikberatkan pada perubahan
sumber daya dan proses.
e.
Mengidentifikasi Tantangan dan Peluang
Sistem Akuntansi Usia Ketiga:
•
Menentukan perubahan yang diperlukan
dalam sistem akuntansi untuk memfasilitasi jaringan organisasi pada era
informasi.
•
Mengidentifikasi tantangan dan peluang
dalam menyajikan informasi secara real-time di perusahaan.
f.
Meneliti Peran Sumber Daya Informasi
dalam Bisnis Generasi Ketiga:
•
Mengidentifikasi aspek-aspek informasi
yang menjadi sumber daya utama dalam bisnis generasi ketiga.
•
Mempelajari peran aset tidak berwujud,
seperti penelitian dan pengembangan, dalam mendukung inovasi dan pertumbuhan.
g.
Mempertimbangkan Implikasi Penggunaan
Teknologi Terintegrasi di Pabrik:
•
Mengevaluasi dampak penggunaan
komputer terintegrasi penuh di pabrik terhadap operasi pemrosesan yang
berkelanjutan.
•
Mengidentifikasi nilai tambah yang
dihasilkan, seperti kemampuan melihat proses produksi secara real-time.
Tujuan-tujuan di
atas memberikan kerangka untuk mengeksplorasi dan menganalisis berbagai aspek
yang terkandung dalam teks terkait dampak teknologi informasi dalam
transformasi bisnis dan ekonomi.
PEMBAHASAN
2.1
Teknologi Informasi (TI)
Pada saat ini, orang sering kali menyebutkannya bahwa
kehidupan kita sekarang ini tidak lepas dari peran “teknologi informasi”, namun
sebenarnya apa yang dimaksud dengan kata tersebut ? Ada yang menyebutkan bahwa
teknologi informasi identik dengan komputer. Lalu apakah benar telepon seluler
juga merupakan bagian dari teknologi informasi ? dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan seperti itu sering
dilontarkan. Untuk menjawab pertanyaan tersebut tentunya kita terlebih dahulu
harus memahami pengertian sebenarnya dari istilah “teknologi informasi”.
2.1.1
Pengertian TI
Teknologi
informasi biasa juga disebut dengan TI, IT, atau infotech. Teknologi Informasi
, atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information technology
adalah istilah umum untuk teknologi apa pun yang membantu manusia dalam
membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi.
Contoh dari Teknologi Informasi bukan hanya berupa komputer pribadi, tetapi
juga telepon, TV, peralatan rumah tangga elektronik, dan peranti genggam
modern. Ada beberapa pengertian informasi menurut para ahli yaitu :
• Menurut Gordon B Davis : Informasi adalah
data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi penerima dan
mempunyai nilai yang nyata atau nilai yang dapat dirasakan dalam
keputusan-keputusan sekarang maupun yang akan datang. Indikator hasil belajar:
Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta diklat dapat: Menjelaskan pengenalan
sistem komputer
• Menurut Burch dan Stater : Informasi adalah
penggabungan atau pengolahan data untuk menghasilkan atau memberikan
pengetahuan dan pengertian.
• George R. Tery, PhD : Informasi adalah data
penting yang dapat memberikan (mengandung) informasi yang penting.
2.1.2 Fungsi TI
Teknologi informasi dibutuhkan di era ketiga agar sistem akuntansi dapat
berfungsi. Teknologi informasi memungkinkan bisnis lama mengumpulkan,
menganalisis, melaporkan, dan menyebarkan jenis informasi baru: (Robert Elliott, 1992)
a.
Pengumpulan data otomatis : (Automated Data Capture)
Ini
merupakan keuntungan besar yang dibawa oleh teknologi informasi, kemampuan
merancang antarmuka pelanggan, karyawan, dan pemasok dengan berinteraksi dengan
data yang dikumpulkan secara otomatis.
b.
Akses dan pemrosesan instan :
(Instantaneous Acces and Processing)
Hal
ini merupakan keunggulan dalam aspek waktu teknologi informasi. Sistem
akuntansi zaman ketiga harus mampu menganalisis dan bereaksi terhadap data
pasar secara real time. Data dan analitik harus segera dapat diakses oleh pengguna.
• Kebebasan geografis:
c. Kebebasan geografis : (Geographical Freedom)
Inilah dimensi manfaat
teknologi informasi. Sistem akuntansi usia ketiga harus menangani semua aspek
bisnis tanpa mengecualikan daerah terpencil, yang berarti informasi dari mana saja dalam bisnis dapat
langsung diakses oleh manajemen.
d.
Analisis dan pelaporan yang sepenuhnya
fleksibel : (Fully Versatile Analysis and Reporting)
Teknologi
informasi memungkinkan sistem akuntansi tingkat tinggi untuk melakukan analisis
baru dan melaporkan dalam format baru jika diperlukan. Pemimpin bisnis senior
harus melaporkan data sesuai permintaan, meskipun laporan tersebut belum pernah
diminta sebelumnya.
e.
Kapasitas untuk tipe data tambahan :
(Capacity For Additional Data Types)
Teknologi
informasi memungkinkan manajer untuk menambahkan informasi baru ke sistem
informasi baru tanpa harus memikirkan ulang keseluruhan strukturnya.
f.
Akses database eksternal : (Acces To
External Data Bases)
Teknologi
informasi dapat memungkinkan sistem akuntansi generasi ketiga untuk membuka
database eksternal. Sistem akuntansi generasi ketiga memerlukan banyak
informasi mengenai pesaing dan
karakteristik pasar lainnya. Selain itu, informasi dapat digunakan dari
database komunitas dan harus diorganisasikan sesuai dengan kebutuhan manajemen.
2.1.3 Dampak Peran TI
1.
Pergeseran Prinsip Bisnis:
Sebelumnya, prinsip utama dalam bisnis seringkali
adalah optimalisasi.
Kehadiran teknologi informasi telah meragukan
keunggulan prinsip optimalisasi, dan inovasi dianggap sebagai kunci utama
keberhasilan.
2.
Cepatnya Inovasi:
Kemajuan teknologi informasi, terutama di bidang
komputer, terjadi dengan cepat. Cepatnya inovasi membuat prinsip optimalisasi
dengan mudah tergantikan oleh inovasi berikutnya.
3.
5 Elemen Sistem Informasi:
Implementasi teknologi informasi memerlukan
keseimbangan dari lima elemen sistem informasi: hardware, software, sumber daya
manusia, data, dan fasilitas/prosedur.
4. Internet Sebagai Sumber Informasi Global:
Internet dianggap sebagai perpustakaan global yang
dapat diakses oleh seluruh dunia. Internet memberikan peluang untuk
berkomunikasi tanpa memandang batasan geografis, warna kulit, agama, atau
status sosial.
5.
Dinamika Internet:
Internet dijelaskan sebagai alat komunikasi global yang
dinamis dan inklusif.
Manusia dapat berkomunikasi secara bebas, berbagi
informasi, bekerja sama, dan berkontribusi untuk menciptakan sesuatu yang
bermanfaat.
6.
Transformasi Komunikasi Manusia:
Internet menciptakan transformasi dalam komunikasi
manusia, memungkinkan pertukaran ide, waktu, dan tenaga secara global.
Internet mempromosikan kolaborasi dan berbagi sumber
daya tanpa batasan.
Peran teknologi
informasi, terutama dalam bentuk komputer dan internet, dalam mengubah cara
bisnis dijalankan, cara berpikir, dan interaksi manusia secara global.
Teknologi informasi tidak hanya dilihat sebagai alat untuk optimalisasi bisnis,
tetapi juga sebagai katalisator inovasi dan transformasi sosial melalui
konektivitas global yang dibawa oleh internet.
2.1.3 Manfaat TI
Teknologi informasi,
selain membawa banyak manfaat bagi dunia usaha, manajemen juga harus mewaspadai
risiko dan risiko kerugian yang terkait dengan teknologi informasi. Oleh karena
itu, pengelola harus berhati-hati dalam membangun rencana/strategi penggunaan
teknologi informasi dan penerapannya. Teknologi informasi seringkali digunakan
untuk meningkatkan produktivitas dalam dunia usaha, namun ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan
keterlambatan penggunaan teknologi informasi, yang dapat dijabarkan sebagai
berikut:
1.
Mahal : Dibandingkan dengan harga
peralatan lama seperti mesin tik dan loker, meski ada diskon, namun harga
komputer pribadi produksi dalam negeri masih
lebih mahal.
2.
Proses penguasaan teknologi berjalan
lambat.
3.
Perkembangan teknologi yang sangat
pesat dan permasalahan ketidakcocokan.
4.
Hambatan di tempat kerja : Situasi
sering muncul ketika sekelompok pekerja menolak akses terhadap peralatan yang
sepenuhnya otomatis.
5.
Masih banyak teknologi informasi yang kurang
dapat diandalkan, antara lain hardware yang tiba-tiba mati atau software
yang banyak error.
6.
Kurangnya kesiapan organisasi dalam
hal manajemen perubahan, pengambilan keputusan, koordinasi, dll.
7.
Manajemen yang keliru : Penggunaan
komputer oleh manajemen seringkali tidak tepat, kurang digunakan, digunakan
secara berlebihan, atau digunakan untuk tujuan yang tidak semestinya.
8.
Kurangnya integrasi antara desain dan penggunaan perangkat lunak.
2.2 Bisnis E – Commerce Di
Indonesia
E-commerce adalah cara baru bagi pengusaha untuk
melakukan bisnis. Bukan cara untuk
mendapatkan penghasilan atau menghemat uang, jika hasilnya apa yang dicapai
orang ketika menggunakan e-commerce adalah peningkatan penjualan atau
mengurangi pendapatan, ini dampak positif dari penggunaan e-commerce.
Keuntungan paling penting dari
penggunaan e-commerce adalah pasar yang
bisa dijangkau tidak hanya pasar lokal tetapi juga pasar global, padahal tidak demikian. Dibatasi oleh
waktu, geografi, agen sehingga transaksi dapat dilakukan kapan saja, dimanapun
dan siapapun.
Seperti disebutkan di atas, sektor teknologi informasi
menghadapi banyak tantangan masalah,
terutama yang terkait dengan tingginya biaya yang terkait dengan teknologi. Di
sisi lain, ada pendapat yang diandalkan oleh Perusahaan Teknologi informasi
tidak selalu membutuhkan investasi yang mahal. Banyak orang yang mengalihkan
bisnisnya kee-commerce. Dia telah menjadi daya tarik bisnis ini terletak pada
nilainya yang tinggi sebagai bisnis e-commerce pemasangannya tidak memerlukan
investasi besar, seperti Verisign,
misalnya perusahaan teknologi informasi
di Amerika Serikat hanya mempunyai pendapatan
tahunan $25 juta, tetapi kapitalisasi pasar perusahaan mencapai $20 hingga $125 miliar. Perusahaan
ini merupakan perusahaan dengan modal kecil dan harga murah pada saat ini
(nilai sekarang), namun berdasarkan nilai masa depan, harganya akan tinggi.
(Andi Sutejo, 2000). Dari uraian tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa
tidak mungkin memulai bisnis e-commerce.
Konon mahal, modal investasinya hanya 25.000,00 USD dan perusahaan bisa membuka bisnis ini dan menjualnya dengan
membuka pusat perbelanjaan besar.
Jika setiap anggota bernilai dolar sebanyak itu, maka
jaringan luas sebuah perusahaan e-commerce menjadi sebuah asset sangat berharga. Saat
memulai bisnis e-commerce, salah satu hal terpenting adalah persiapan pertama,
ketersediaan dan sertifikat negara merupakan salah satu langkah pengamanan
pembelian online ini, misalnya untuk memprediksi apakah pelanggan sudah
membayar tetapi barang yang dibayar
belum diterima.kirim, artinya persyaratan infrastruktur hukum. Selain itu juga
memerlukan infrastruktur komunikasi berbiaya rendah karena aktivitas e-commerce
ini berhubungan erat dengan satelit atau
serat optik. Bisnis e-commerce bukanlah sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh masyarakat saja cukup
membuat halaman beranda atau melihat melalui internet, tetapi ini juga
memerlukan dukungan infrastruktur penuh yaitu
sertifikasi seperti yang disebutkan di atas, sistem dan proses yang
lengkap untuk melakukan bisnis di saluran ini, manajemen, memastikan produk
yang ditukar, apakah produk yang dikirim sesuai pesanan dalam hal kuantitas,
kualitas dan pengiriman, memperkirakan jangkauan keragaman global, linguistik,
perbedaan mata uang, dll. Tentang infrastruktur soal teknologi, Indonesia
dinilai siap menerima e-commerce karena Indonesia punya satelit, sudah maju,
dan jumlah usahanya semakin banyak.
Penyedia layanan internet (Internet Service Provider)
dan berbagai macam produk tersedia dan
dapat diperdagangkan, sehingga dana
investasi mempunyai pangsa pasar terbesar telah selesai. Faktor-faktor yang
disebutkan di atas merupakan faktor-faktor yang mendukung keberadaan bisnis
e-commerce.
Selain itu, ada beberapa faktor yang menjadi penghambat
utama pertumbuhan e-commerce. E-commerce merupakan permasalahan dimana
kesadaran masyarakat luas, termasuk para pelaku bisnis, masih rendah. Pengusaha
pada umumnya kekurangan pengetahuan dan informasi, sedangkan masyarakat kurang
sasarannya pelanggan kurang paham dan kurang memahami masalah teknis seperti
pembayaran dan pengiriman.
Uraian mengenai e-commerce di atas menunjukkan bahwa
pesatnya pertumbuhan penggunaan teknologi informasi di negara-negara maju tidak
hanya terjadi di Indonesia. Perkembangan teknologi informasi di Indonesia masih
tertinggal jauh dibandingkan Singapura dan Hong Kong yang masih merupakan
negara berkembang di wilayah Asia. Di negara-negara yang disebutkan, jumlah
penduduknya semakin banyak memenuhi
kebutuhannya melalui internet dan cenderung menginternetisasi semua sistem,
mulai dari toko kelontong, koperasi, media berita atau hiburan dan lantai
perdagangan saham.
Hal ini memberikan banyak kemudahan, transparansi,
efisiensi dan membantu memperluas jaringan pasar dengan cepat tanpa mengeluarkan banyak biaya iklan (Info
Financial, 2000).
Faktor paling
mendasar yang menyebabkan lambatnya penerapan teknologi informasi di Indonesia
berasal dari budaya masyarakat yang masih terbiasa dengan gaya hidup
tradisional. Permasalahan TI di Indonesia antara lain : KNA III, 1996)
a) Budaya sosial Indonesia
masih sangat bergantung pada pekerjaan buatan tangan karena biaya tenaga kerja yang murah.
b) Perkembangan teknologi informasi selalu dilakukan secara
spesifik industri. Belum ada instansi pemerintah yang khusus terkait dengannya.
Satu-satunya kendali atas perkembangan teknologi informasi di Indonesia adalah
seleksi proposal pengembangan teknologi informasi Bapenas. Dan tentu saja, itu saja terbatasnya
implementasi proyek TI antar Lembaga pemerintah.
c) Belum adanya keseragaman pangkalan data secara nasional dan
keseragaman dalam hal pemakaian perangkat keras dan perangkat lunak. Hal ini
disebabkan pula oleh karena tidak adanya instansi yang merencanakan pembangunan
teknologi informasi secara terpadu.
d) Masih terdapatnya budaya proteksionisme pada industri/usaha
tertentu.
e) Mengenai infrastruktur telekomunikasi : Tarif jalur data
telekomunikasi selalu dievaluasi sangat mahal dan kualitasnya tidak cukup.
Meskipun begitu, semangat untuk menerjuni teknologi
informasi terus berlanjut bersamaan dengan tren globalisasi yang menuntut
seseorang untuk membuka diri dengan perkembangan lingkungan dunia luar
mempunyai andil besar dalam perkembangan teknologi informasi, pengaruh
teknologi informasi menyebar seluruh dunia tidak lagi hanya diseputar
negara–negara maju melainkan juga di negara–negara berkembang termasuk
Indonesia besar melalui proses IPO.
Teknologi informasi di BEJ mulai menarik minat
investor, terbukti dengan menguatnya saham sejumlah emiten teknologi informasi
di BEJ seiring dengan tingginya kapitalisasi pasar di BEJ pada minggu pertama dan kedua bulan
Januari 2000. Lippo Life membagikan harga awalnya tahun ini (pada 4 Januari
2000), harganya Rp 475,00 pada tanggal 13 Januari 2000 mencapai Rp 950,00
dengan tren kenaikan yang baik. Saham
Metrodata terdampak titik tertinggi sebesar Rp 3.275,00 pada tanggal 11 Januari
2000 dari posisi awal perdagangan
tanggal 4 Januari 2000 sebesar Rp 2.350,00 sedangkan Astra Graphia
mencapai posisi tertinggi Rp 10.000,00 pada tanggal 11 Januari 2000 dari posisi
perdagangan semula 4 Januari 2000 sejumlah Rp 6.100,00 (Warta Ekonomi, 2000).
Pada dasarnya masyarakat membeli saham dari sektor
teknologi informasi yang mewakili dunia perekonomian. Masa depan (ekonomi baru)
akan didorong oleh teknologi informasi atau Internet yang akan mengubah cara
hidup masyarakat, sehingga menarik bagi
investor.
2.3 Harapan Untuk Pengembangan
TI Di Indonesia
Filosofi manajemen senior di Indonesia adalah masih
banyak masyarakat yang ragu atau kurang memanfaatkan teknologi informasi di Indonesia karena masih
banyak masyarakat yang fokus pada peningkatan efisiensi dan produktivitas, hal
ini menunjukkan bahwa kesadaran akan
pentingnya teknologi informasi masih belum
penting dan hal ini kesadaran hanya terjadi pada tingkat rendah dan
menengah. Upaya peningkatan kesadaran dapat dimulai dari salah satu dari
profesi, yaitu akuntan sebagai salah satu pendukung manajemen dalam pengambilan
keputusan dengan meningkatkan pengetahuan pekerjaan umum, teknologi informasi,
sehingga berkontribusi besar terhadap strategi perusahaan. Dari situlah
meluasnya penerapan teknologi informasi di Indonesia tentunya akan memberikan
dampak tersendiri bagi profesi akuntansi, sehingga: (KNA III, 1996)
1. Akuntan
tidak bisa lagi fokus pada topik-topik terkait akuntansi.
2. Akuntan
diharapkan membantu menentukan strategi perusahaan dengan menganalisis
operasinya.
3. Akuntan
perlu memahami kekuatan bisnis melalui kombinasi strategi bisnis dan teknologi
informasi.
4. Dengan
meningkatnya kesadaran akan teknologi informasi, diharapkan kesenjangan
komunikasi yang sering terjadi dapat
dikurangi. Dengan munculnya akuntansi dalam menunjang teknologi informasi,
berharap hal ini dapat berdampak pada semakin berkembangnya teknologi informasi
di Indonesia
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
a. Teknologi Informasi sebagai Pengubah
Paradigma: Perkembangan Teknologi Informasi telah mengubah paradigma ekonomi,
bisnis, dan manajemen dari model industri ke model pasca-industri. Dengan
memperpendek jarak dan waktu, teknologi informasi menciptakan kedekatan antara
pengusaha dan pelanggan, mengurangi kesenjangan jarak dan waktu dalam pemenuhan
kebutuhan konsumen.
b. Sejarah Pembangunan Ekonomi: Sejarah
pembangunan ekonomi terbagi menjadi tiga era, yaitu pertanian, industri, dan
informasi. Era informasi ditandai dengan kekuatan pendorong sistem yang
berfokus pada informasi. Sistem akuntansi periode ini menghadirkan perubahan
fundamental dalam mengukur sumber daya dan proses bisnis.
c. Sistem Akuntansi Era Informasi: Sistem
akuntansi generasi ketiga harus menyajikan informasi secara real-time,
memungkinkan manajemen melihat dan mengambil keputusan berdasarkan data yang
selalu terupdate. Teknologi informasi memainkan peran kunci dalam kemampuan
sistem akuntansi untuk mengumpulkan data otomatis, memberikan akses dan
pemrosesan instan, serta mendukung analisis dan pelaporan yang fleksibel.
d. Tantangan dan Risiko Teknologi Informasi:
Meskipun memberikan manfaat yang besar, implementasi teknologi informasi juga
membawa sejumlah tantangan. Tantangan tersebut meliputi biaya yang tinggi,
lambatnya proses penguasaan teknologi, ketidakcocokan perkembangan teknologi,
hambatan di tempat kerja, dan kurangnya kesiapan organisasi dalam manajemen
perubahan.
e. E-Commerce di Indonesia: E-commerce telah
membawa perubahan besar dalam cara bisnis dilakukan. Indonesia menghadapi
tantangan dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat serta pelaku
bisnis terkait e-commerce. Meskipun demikian, ada potensi besar dalam mengakses
pasar global dan meningkatkan efisiensi bisnis.
3.2
Saran
- Peningkatan Kesadaran: Mendorong peningkatan
kesadaran di kalangan masyarakat dan pelaku bisnis mengenai manfaat
teknologi informasi dan e-commerce.
- Pelatihan dan Pengembangan Keterampilan:
Menyelenggarakan pelatihan dan program pengembangan keterampilan untuk
meningkatkan penguasaan teknologi informasi di berbagai lapisan masyarakat
dan organisasi.
- Pengembangan Infrastruktur: Investasi dalam
pengembangan infrastruktur teknologi informasi dan telekomunikasi yang
mendukung pertumbuhan e-commerce.
- Kebijakan Dukungan: Menetapkan kebijakan yang
mendukung pertumbuhan e-commerce, mencakup regulasi yang jelas dan
perlindungan konsumen.
- Manajemen Risiko: Mengembangkan strategi manajemen
risiko yang efektif untuk mengatasi tantangan dan risiko yang mungkin
timbul dari implementasi teknologi informasi.
- Kerjasama Industri: Mendorong kerjasama antara
industri, pemerintah, dan lembaga terkait untuk menciptakan ekosistem yang
mendukung perkembangan teknologi informasi.
Dengan
mengimplementasikan saran-saran di atas, diharapkan Indonesia dapat
memaksimalkan potensi teknologi informasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi
dan bisnis di era informasi ini.
DAFTAR PUSTAKA
Mildawati,
Titik. (2016). TEKNOLOGI INFORMASI DAN PERKEMBANGANNYA DI INDONESIA. EKUITAS (Jurnal Ekonomi dan Keuangan)
4(2):101.
doi: http://dx.doi.org/10.24034/j25485024.y2000.v4.i2.1904
Bisma,
Leo. (2023). Contoh Cover Makalah dan
Cara Mudah Untuk Membuatnya! Diakses dari: https://www.brainacademy.id/blog/cara-membuat-dan-contoh-cover-makalah
Wutsqaa,
Wutsqaa. (2022). 15 Contoh Kata Pengantar
Makalah Beserta Struktur dan Cara Membuatnya. Diakses dari: https://www.detik.com/sulsel/berita/d-6366750/15-contoh-kata-pengantar-makalah-beserta-struktur-dan-cara-membuatnya-cara-membuatnya